Kamis, 12 Mei 2016

Dalang Wayang Gedog Masa Kini!


Kebanyakan orang pasti pernah mengalami hari yang bersejarah. Entah itu pertama kali bersekolah, atau naik gunung Everest. Salah satu hari bersejarah yang saya alami adalah hari pertama kali saya mendalang menampilkan pagelaran Wayang Gedhog!
Wayang Gedhog adalah salah satu dari sekian banyak jenis wayang yang hidup di nusantara. Khususnya di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Namun pada perkembanganya, kondisi wayang yang mengambil tema cerita Panji ini sangat memprihatinkan. Di Surakarta sendiri tinggal seorang dalang senior, yakni Ki Bambang Soewarno, yang menguasai dan konsisten mempertunjukan wayang Gedhog. Juga diteruskan beberapa muridnya seperti Ki Eko Prasetyo, Ki Suluh Juniarsah dan Ki Rudy Wiratama.
Tapi jumlah dalang wayang Gedog yang sedikit itu akan segera bertambah karena saya, Ki Muhammad Naufal Fawwaz telah melakukan debutnya mendalang Wayang Gedog pada 27 April 2016 di Sobokarti, Semarang. Pagelaran tersebut adalah salah satu sajian peserta dalam Festival Dalang Semarang 2016 yang diselenggarakan di Sobokarti, Semarang. Maka dari itu, pakeliran wayang Gedog kali ini cuma dipagelarkan selama 45 menit, dan dilaksakan di siang terik di pinggir jalan raya. Benar-benar hari yang berat. Terlebih saya sedang terserang sakit. Malah beberapa jam sebelum tampil saya sempat kehilangan suara saya. Beruntung berbagai obat dan istirahat yang cukup dapat mengembalikan suara saya. Saya bahkan tidak sempat berlatih untuk menampilkan wayang Gedog dengan judul "Angreni" ini. Padahal karawitan wayang Gedog berbeda dari wayang kulit purwa biasanya. Hal itu disebabkan padatnya jadwal saya sebagai mahasiswa dengan seabrek kegiatanya. Hasilnya pagelaran saya masih sangat sederhana. Banyak mengacu kepada pakeliran wayang Gedog gaya Ki Bambang Soewarno.
Yah meskipun masih banyak berkiblat pada gaya Ki Bambang Soewarno, serta masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam pertunjukan, tetapi saya optimis menjadi dalang wayang Gedog yang berhasil serta dapat kembali mengangkat wayang Gedog ke permukaan dari tidur panjangnya. Hiduuup Wayang Gedhog!!!!!